Rabu, 19 Desember 2012

Ujian Akhir Semester Psikologi Belajar


Perbandingan Pemberian Tugas pada Mata Kuliah Psikologi Belajar dengan Mata Kuliah Lain di Semester 5

Psikologi Belajar merupakan salah satu mata kuliah pilihan yang dibuka pada semester 5 di Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara. Mata kuliah Psikologi Belajar ini bernaung dibawah Departemen Pendidikan yang ada di Fakultas Psikologi USU. Dalam mata kuliah ini akan dibahas 11 pokok bahasan dengan menggunakan  Learning and Instruction dari Margaret E. Gredler sebagai buku utama. Dosen pengampu memberikan keleluasaan bagi para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini untuk menggunakan buku-buku ataupun sumber informasi lain, baik dari internet ataupun artikel-artikel sebagai referensi tambahan yang bertujuan agar dapat menambah wawasan mahasiswanya. 

Berkaitan dengan pemberian tugas dalam mata kuliah ini, dosen pengampu memberikan beberapa pilihan alternatif tugas pada mahasiswa untuk bisa memilih tugas apa yang akan dikerjakan. Kebebasan memilih ini juga disertai dengan alasan-alasan. Jika alasan tersebut tepat dan  bisa diterim, maka tugas yang dipilih bisa diloloskan oleh dosen pengampu. Dengan adanya sistem pemilihan tugas ini, dosen pengampu memiliki harapan agar mahasiwanya lebih dapat bertanggung jawab atas tugas pilihanya sendiri dan tidak menganggap tugas sebagai suatu beban. Jika harapan tersebut dapat tercapai maka tentu saja kualitas tugas dari mahasiwa akan juah lebih baik. Adapun beberapa garis besar tugas-tugas pada mata kuliah Psikologi Belajar ini adalah observasi ke salah satu sekolah berbasis teknologi dengan bersandar pada teori Belajar dari Rober Gagne, pembuatan min map untuk bab-bab tertentu, diskusi intensif yang nantinya hasil diskusi tersebut diposting pada masing-masing blog anggota kelompok. Tugas lain yang tidak kalah menariknya adalah dimana mahasiswa secara berkelompok diminta untuk merancang desain pembelajaran dengan bersandar pada teori. Tugas ini sangat menuntut kreativitas. Mahasiswa harus memikirkan desain pembelajaran yang menarik tetapi tetap edukasional. Tujuan dari penugasan ini adalah agar mahasiswa mampu mengasah keterampilan dan kreativitasnya dengan harapan desain pembelajaran tersebut dapat diterapkan ke mata kuliah lain jika diperlukan. Dengan desain pembelajaran yang menarik, tentu saja mahasiswa akan semakin bersemangat untuk belajar dan menyerap materi kuliah. 

Kebebasan pemilihan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Psikologi Belajar tidak terlepas dari pengaplikasian teori belajar. Salah satu teori tersebut adalah teori Kognitif-Sosial Albert Bandura. Teori Kognitif-Sosial tidak mendeskripsikan bentuk pemikiran dan/atau perilaku yang merepresentasikan belajar yang kompleks. Sebaliknya, teori ini mendeskripsikan element penting agar tercapainya kinerja yang unggul untuk setiap ranah atau disiplin. Menurut Bandura (1986), faktor esensial dalam mendapatkan kapabilitas yang kompleks adalah sistem penngaturan diri.  Dengan kata lain, proses belajar akan sukses jika ada elemen-elemen penting tersebut. Elemen penting tersebut adalah pengaturan diri. Pengaturan diri didefinisikan sebagai pemikiran, perasaan, dan tindakan yang dimunculkan sendiri yang direncanakan dan disesuaikan secara klinis untuk mencapai tujuan pribadi. Disebut sebagai pengaturan diri sebab bergantung pada keyakinan dan motif individual, bukan kemampuan mental ataupun tahapan kompetensi. Dalam hal ini, pembelajar menetapkan tujuan sendiri dan punya sumber daya untuk memilih strategi belajar. Inti dari elemen ini adalah pembelajar yang harus menentukan segala sesuatunya sendiri untuk mencapai kesuksesan tujuannya. 

Mengacu pada uraian diatas, pemberian tugas pada mata kuliah Psikologi Belajar tentu sangat baik. Karena mahasiswa dapat menentukan tugas yang akan dikerjakan. Dalam hal ini berarti mahasiswa menetapkan tujuan serta strategi belajar yang ditentukan sendiri. hal ini akan dapat mendongkrak ketercapaian mahasiswa mencapai kesuksesannya. Tetapi sesuai dengan teori, semua hal tersebut tidak akan ada artinya jika mahasiswa sebagai pembelajar tidak memiliki “pengaturan diri” sebagaimana yang disebutkan oleh teori belajar dari Albert Bandura. Semuanya menjadi kompleks dalam hal ini. Intinya,  mahasiswa dapat sukses mencapai tujuan jika ia mampu bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri, memiliki strategi dalam mencapai tujuannya, serta memiliki keyakinan dan motivasi yang tinggi untuk mencapai kesuksesan. 

Dosen pengampu mata kuliah Psikologi Belajar selalu berusaha untuk mengaplikasikan langsung teori yang sedang dipelajari dalam bentuk penugasan. Contoh lain dari penugasan yang mengaplikasikan teori belajar selain uraian dibagian awal adalah ketika Ibu Dina selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi Belajar membagi peserta kelas menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok A dan kelompok B. Kemudian,beliau memberikan kami 3 lembar stimulus. 2 lembar berupa sertifikat sedangkan 1 lembar lainnya adalah kertas HVS kosong. Kami diminta untuk menciptakan sebuah produk dari 3 lembar stimulus yang telah diberikan. Dosen sama sekali tidak memberikan arahan tentang produk seperti apa yang harus dibuat. Tugas tersebut jelas sangat menuntu mahasiswa untuk mampu berfikir abstrak, serta mengasah kreatifitas. Setelah tugas selesai, setiap mahasiswa diminta untuk menilai produk yang telah dibuat oleh mahasiswa lainnya. Hingga akhirnya diujung pertemuan kelas Psikologi Belajar hari itu, bu Dina memberikan reward kepada 6 orang terbaik, yaitu 3 orang terbaik dari kelompok A dan # orang terbaik dari kelompok B. 

Kaitan penugasan diatas dengan salah satu teori belajar adalah teori dari B.F Skinner yang mengatakan bahwa reinforcement dilakukan untuk mendapatkan perilaku sesuai dengan keinginan pemberi stimulus. Reinforcement merupakan setiap konsekuensi behavioral yang memperkuat perilaku, yaitu penguatan yang dapat meningkatkan frekuensi respons. Reinforcement terbagi dua, yaitu reinforcement positif, dan reinforcement negative. Jelas bahwa pemilihan 6 orang terbaik disertai pemberian reward merupakan reinforement positif dari bu Dina terhadap prilaku yang telah dimunculkan. Hal tersebut tentunya akan memotivasi kami untuk melakukan yang terbaik dan memunculkan prilaku sesuai yang diharapkan oleh bu Dina selaku pemberi stimulus. 

Seluruh tugas yang ada pada mata kuliah Psikologi Belajar merupakan aplikasi dari teori belajar yang sedang dibahas selama satu semester. Dengan aplikasi langsung ini, dosen pengampu berharap agar mahasiswa tidak hanya menghafal teori. Tetapi juga memahami dan mampu mengaplikasikan teori dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu saja menjadikan mahasiswa mengingat teori dengan lebih mudah karena berkesan dan benar-benar melihat wujud nyatanya. 

Untuk memperjelas perbandingan penugasan pada mata kuliah di semester 5, pada uraian selanjutnya akan dibahas secara singkat mengenai penugasan pada mata kuliah Ergonomi. Perbandingan penugasan dengan mata kuliah Ergonomi dimaksudkan karena mata kuliah Psikologi Belajar merupakan mata kuliah pilihan. Maka akan lebih mudah untuk membandingkannya dengan mata kuliah pilihan pula. 

Kelas untuk mata kuliah Ergonomi rutin dijalankan setiap hari jum’at dengan durasi 2 sks atau sekitar 100 menit. Sistem perkuliahan pada mata kuliah tersebut dapat dikatakan jauh berbeda dengan sistem perkuliahan pada mata kuliah Psikologi Belajar. Pada mata kuliah Ergonomi, setiap mahasiswa yang tergabung dalam satu kelompok akan mempresentasikan materi yang menjadi pokok pembahasan. Setiap minggunya akan ada kelompok yang berbeda untuk mempresentasikan materi. Tanggung jawab yang cukup besar, karena presenter harus benar-benar memahami materi. Sehingga dapat menjelaskan kepada peserta kelas lainnya sampai semuanya juga mengerti. Demi pemahaman yang lebih baik mengenai teori, maka setiap kelompok diwajibkan untuk menyertakan kasus yang sesuai dengan topik pembahasan mhari itu. Kemudian membahasnya dengan teori yang telah dijelaskan. Selain tugas presentasi, pada mata kuliah tersebut juga akan ada penugasan berupa pembahasan jurnal dengan teori-teori yang telah dipelajari sebelumnya. Penugasan jurnal tersebut hanya dilakukan sekali, dimana waktu pengumpulannya adalah ketika UTS. 

Dari uraian diatas, dapat dikatakan bahwa pengaplikasian teori Ergonomi tidak sebanyak di perkuliahan Psikologi Belajar. Hal tersebut dikarenakan teori-teori pada mata kuliah Ergonomi kurang sesuai jika diwujudkan dalam proses belajar di kelas. Beda halnya dengan teori-teori yang ada mata kuliah Psikologi Belajar yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga sangat dimungkinkan untuk dipalikasikan langsung di dalam kelas. Tetapi, kedua sistem pembelajaran pada masing-masing mata kuliah pilihan tersebut sama-sama bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman yang tepat dan mendalam mengenai materi yang menjadi pokok bahasan. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa selaku peserta kelas memaksimalkan potensinya dengan sistem perkuliahan yang telah disepakati bersama.

1 komentar:

  1. 1xbet korean | best bets | 1xbet korean
    1xbet korean. 1xbet partenaire Withdrawal Method: 1xBet, 1xbet, 1xbet, 1xbet, 1xbet, 1xbet, 1xbet, 1xbet. 1xbet.

    BalasHapus